Ayah masa kini berbeda dari ayah 'jadul' (zaman dulu). 'Harapan bagi para ayah di masa kini lebih besar ketimbang generasi-generasi sebelumnya,
tips menjadi ayah yang lebih efektif. Yakni, memberikan waktu berharga yang mereka miliki
bersama dengan anak mereka.
1. Pandanglah anak sebagai orang yang mampu
Banyak ayah yang melihat anak mereka 'tak cukup baik',
selalu kurang. Anak Anda akan merasakan ini, dan
mereka akan menjalani harapan itu. Semakin Anda
menerima kemampuan yang mereka miliki, mereka akan
semakin hebat!
2. Sediakan waktu untuk anak
Pekerjaan tak akan pernah berhenti mengalir. Tapi,
Anda tak akan selalu mempunyai kesempatan bersama
dengan anak. Cobalah melibatkan mereka dalam pekerjaan
rumah tangga bersama Anda. Anak akan tahu bahwa mereka
berharga bagi sang ayah. Yakni, dengan cara Anda
melibatkan mereka dalam hari-hari Anda.
3. Gunakan disiplin dalam bentuk positif
Hukuman bukan alat disiplin yang mujarab. Cara
pendisiplinan ini cenderung menciptakan lebih banyak
perilaku yang ingin disingkirkan oleh orang tua.
Gunakan konsekuensi alami dan logis. Misalnya, ''Jika
kamu tak mengembalikan mainanmu di tempatnya, mainan
itu akan dimasukkan dalam kantong, disimpan dan untuk
sementara tak bisa dimainkan.'' Berikan anak-anak
pilihan. Metode pendisiplinan positif membantu anak
belajar tentang tanggung jawab, sementara hukuman
membantu mereka belajar tak menyukai Anda.
4. Jalinlah hubungan yang luar biasa baiknya dengan
istri
Anda adalah role model utama bagi anak. Karena itu,
Anda menjadi sumber informasi utama tentang bagaimana
contoh berhubungan saling menyayangi dan hubungan
timbal-balik yang efektif. Mereka melihat hubungan
ayah-ibunya dari jarak sangat dekat dan belajar cara
melakukannya.
5. Waspadalah pada kehidupan anak
Seberapa banyak Anda betul-betul tahu tentang anak
Anda? Apakah Anda mengetahui harapan dan cita-cita
mereka? Apakah Anda tahu apa saja yang bisa memberi
inspirasi bagi mereka? Apakah Anda tahu nama
teman-teman mereka? Apa yang mereka sukai dan tak
sukai dari Anda? Jika ada hal yang tak Anda ketahui
tentang anak, anak bisa menanyakan.
6. Dekatkan hati Anda
Peluk dan ciumlah anak Anda, dan biarkan mereka
mendengar banyak kata 'Ayah sayang kamu'. Dan, jangan
lupa bergelut dengan mereka. Anak laki-laki dan
perempuan bisa menerima manfaat dengan bergelut dengan
yah mereka. Anak perlu melihat sisi fisik dan
menyenangkan bersama ayah, tapi, mereka perlu juga
melihat sisi lembut Anda.
7. Dengarkan anak dengan 'sejatinya'
Letakkan koran dan tataplah mata anak ketika mereka
bicara dengan Anda. Waspadai kecenderungan Anda untuk
'menyaring' apa yang dikatakannya. Refleksikan kembali
apa yang Anda dengar dari mereka. Jika Anda ingin
mereka mendengarkan Anda, Anda harus menunjukkan
mereka caranya.
8. Evaluasi hubungan Anda dengan ayah Anda
Hubungan yang buruk dengan ayah sendiri akan
berpengaruh pada kemampuan Anda untuk menjadi seorang
ayah yang efektif. Adakah sesuatu yang ingin Anda
katakan pada ayah Anda? Memaafkan ayah akan membantu
Anda menjadi ayah dengan kemampuan terbaik yang Anda
miliki.
9. Jangan lupakan diri sendiri
Sulit menjadi ayah yang baik dan merawat keluarga jika
Anda tidak berbaik hati pada diri sendiri. Carilah
cara untuk mengambil waktu santai, berolahraga, dan
menurunkan tingkat stres. Gunakan teman dan keluarga
untuk mendukung Anda - jangan menjadi sebuah 'pulau'
dalam keluarga. Keluarga Anda pastilah menghargainya.
Pria sering kali menghadapi waktu yang sulit dengan
intensitas emosional yang ada dalam keluarga. Hasilnya
sering dalam bentuk amarah yang meledak. Ini bisa
menularkan kemarahan dalam diri anak, dan menciptakan
siklus kemarahan. Buatlah penyelesaian dengan teknik
relaksasi yang khusus yang membantu memadamkan amarah
Anda. Ingatlah, satu episode buruk sedikit bisa
berpengaruh pada anak untuk waktu yang lama.
